Postingan

Manusia Ajaib

Aku bercita-cita menjadi manusia yang demikian; manusia ajaib yang seluruh urusannya baik. Bukannya itu sangat membuat siapapun iri? Tidak peduli itu badai atau tepian pantai yang landai, bagi manusia ajaib, semuanya baik.

Rumpang

Jiwa separuh kosong, rumpang. Bagiannya hilang. Juangnya kurang. Netranya remang. Raganya butuh amunisi perang. Hati, fikiran, mantra apa yang mampu mengisi rumpang, yang mampu melawan kekeringan?

Katanya

Ada yang dibendung, membendung, terbendung. Katanya ia hancur, remuk. Jatuh, terluka. Baret, patah. Katanya ia tak lagi mampu. Rasanya sepi, hampa. Remang, gelap. Melayang, tak berpijak. Katanya ia lelah. Katanya ia susah. Katanya ia rindu.

Remah Biskuit

Ada masa dimana suara berteriak parau namun menggantung di langit malam. Tanpa bintang, tanpa lepas, tak mampu menerobos dinding - dinding ekspresi yang sejatinya rapuh. Bagai remahaan biskuit renyah dengan butiran - butirannya yang jatuh terbuang. Merasa sebegitu rapuhnya. Merasa dunia tak berpihak padanya. Tapi dia lupa. Bahwa ada yang mau mendengar keluh kesahnya. Ada yang bersedia mendengar isak tangisnya. Ada Sang Khalik yang amat baik padanya. Yang selalu mampu mendengar suara hamba-hambanya. Dia yang tak pernah pergi, yang abadi. Dialah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Allah swt.

Eksistensi

kadangkala ada masa dimana kesendirian kita tak mengerti soal eksistensi senyuman. buat apa dia ada? Tapi pertemuan menjawabnya. "eksistensi senyum adalah untuk menyatukan, melepas beban, mengepakkan sayap lebar" An-

Kata, penyampai makna, berbagi cerita.

Susunan abjad adalah kata. Setiap kata adalah makna. Dalam hidup waktu selalu bergerak. Sama seperti kata, satu-satu menjadi seribu. Jadi, hidup kita sudah seberapa makna? An -